Aksi Kecaman Amerika Terhadap Rusia

Aksi Kecaman Amerika Terhadap Rusia

Biden menjatuhkan sanksi baru pada Rusia: ‘Amerika berdiri untuk pengganggu’

Aksi Kecaman Amerika Terhadap Rusia

 

Amerika sebagai petinggi NATO tak tinggal diam akan perangnya Rusia-Ukraina yang telah meletus pada 24 Februari 2021, namun pergerakan langsung dari Amerika Serikat belum terlihat untuk membantu langsung dan ambil alih di perang Rusia – Ukraina, lantas apa yang dilakukan Amerika untuk membantu Rusia dan usaha apa yang di lakukan amerika untuk menghentikan perang tersebut, karena amerika terbilang sebagai negara hebat,negara kuat, dan negara adikuasa juga
Presiden membidik bank dan perusahaan terbesar Rusia tetapi berempati Slot pasukan AS tidak akan terlibat dalam konflik di Ukraina

Joe Biden pada hari Kamis meluncurkan babak baru dari apa yang dia katakan akan melumpuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina, menyatakan bahwa Vladimir Putin “memilih perang ini” dan bahwa dia dan negaranya akan menanggung konsekuensinya.

Sanksi baru yang keras menargetkan bank dan perusahaan terbesar Rusia, yang secara efektif memutus mereka dari pasar keuangan barat, sambil memberlakukan pembatasan ekspor teknologi canggih yang digunakan untuk menggerakkan sektor militer dan teknologi negara itu.

“Putin adalah agresor. Putin memilih perang ini,” kata presiden AS. “Dan sekarang dia dan negaranya akan menanggung akibatnya.”

Sebagai bagian dari tanggapan terkoordinasi, Biden mengatakan langkah-langkah yang diambil oleh AS dan negara-negara sekutu di seluruh dunia dimaksudkan untuk “memaksimalkan dampak jangka panjang” di Rusia, mengeluarkan biaya yang parah di Moskow segera dan dari waktu ke waktu untuk apa yang disebut Biden sebagai “brutal”. penyerangan” terhadap negara yang berdaulat.

Biden memperingatkan bahwa “keinginan akan kerajaan” Putin melampaui Ukraina, dengan mengatakan pemimpin Rusia itu berusaha untuk menciptakan kembali bekas Uni Soviet.

Presiden dengan tegas bersumpah bahwa pasukan AS tidak akan melibatkan Rusia di Ukraina, tetapi dia sekali lagi menegaskan bahwa AS akan mempertahankan “setiap inci wilayah NATO”. Komitmen itu digarisbawahi oleh pengumuman bahwa Biden telah mengizinkan pengerahan pasukan tambahan AS ke Jerman sebagai bagian dari tanggapan NATO.

Saat Biden berbicara kepada bangsa dari Ruang Timur Gedung Putih, pemerintah Ukraina melaporkan meningkatnya korban ketika pasukan Rusia melancarkan serangan yang menghukum negara itu, maju ke ibu kota negara itu, Kyiv.

Pernyataan Biden muncul beberapa jam setelah dia mengadakan pertemuan virtual dengan para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Italia, dan Jepang. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan sekretaris jenderal NATO Jens Stoltenberg juga hadir. Sebelumnya pada hari Kamis, Biden mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional AS.

Pada sore hari, Biden menghabiskan satu jam di telepon dengan para pemimpin Demokrat dan Republik di Kongres, memberi pengarahan kepada mereka tentang situasi di Ukraina dan tanggapan pemerintah hingga saat ini.

Jadi itu dia guys yang dilakukan Amerika terhadap perangnya Rusia – Ukraina yang sampai saat ini memanas, entah sampai kapan perang ini terjadi yang pasti perang ini menyebabkan melambungnya harga pangan dan yang lain termasuk ekonomi negara yang tidak mengalami perang ini.

Efektivitas Omnibus Law di Negara Lain

Efektivitas Omnibus Law di Negara Lain

Tentu saja kata-kata Omnibus Law sudah tidak asing lagi bagi kita warga Indonesia, secara harfiah Omnibus Law sendiri merupakan suatu undang-undang yang membahas satu isu besar yang mungkin nantinya dapat merevisi atau memangkas suatu undang-undang. Omnibus Law ini juga tidak hanya diimplementasikan di negara Indonesia, melainkan juga banyak digunakan di negara0negara yang menganut sistem hukum anglo saxon (Common Law). Beberapa negara yang menerapakan Omnibus Law diantaranya Amerika Serikat dan Inggris.

Efektivitas Omnibus Law di Negara Lain

1. Inggris

Inggris meng-implementasikan omnibus law salah satunya untung melindungi warga negara dari efek Brexit yang dikenal dengan nama “Withdrawal of the United Kingdown from European Union” (Consequential Provisions) Act 2020. Omnibus Law yang sedang diterapkan ini juga merupakan revisi dari Omnibus Law sebelumnya http://daftarakun.net/ di tahun 2019. Total ada 13 klaster yang dibahas dan dipersempit ruang gerakanya dalam omnibus law Inggris. Walaupun memiliki total 13 klaster, namun sebenarnya di Inggris ini hanya fokus mengatur persoalan Brexit.

2. Amerika Serikat

Di dalam omnibus law hanya mengatur tentang satu klaster saja, dikarenakan di slot terbaik Amerika sendiri memiliki peraturan bernama single subject rule dimana UU yang dibuat diharuskan untuk membahas atau mengatur hanya satu topik saja. Hal ini ditujukan untuk mencegah para legislator bertukar bantuan dengan mendukung UU agar legislator lain mendukung UU yang lainnya, atau biasa disebut dengan log-rolling. Hal ini tentu saja efektif untuk menghilangkan penyelundupan pasal untuk kepentingan pihak atau oknum tertentu, dan tentu menciptakan transparansi yang jelas antara masyarakat dan parlemen. Parlemen AS belum memiliki aturan khusus untuk metode Omnibus. Namun, untuk di tingkat federal mengusulkan single subject rule dalam perundangan termasuk untuk omnibus. Amerika memiliki aturan The One Subject at a Time Act hasil kongres ke-112 pada 2011-2013. Aturan ini membuat ketentuan sbb: 1) single subject artinya aturan tidak boleh mencakup lebih dari satu subjek, 2) subject in title: pokok rancangan harus dicantumkan jelas dan deskriptif dalam judul UU, 3) appropriation bills: tidak boleh berisi UU yang subjeknya tidak terkait dengan pokok bahasan, 4) jika ditemukan dua atau lebih subjek yang tidak terkait, maka seluruh UU tidak berlaku, 5) apabila judul hanya membahas satu subjek, tetapi isi memuat lebih dari satu subek yang tidak dijelaskan dalam judul, maka ketentuan subjek tersebut batal.

Berikut adalah salah dua contoh negara yang menerapkan Omnibus Law yang terlihat sama namun ternyata beda efektivitasnya situs judi slot yang sering menang dibandingkan dengan negara lain yang juga mengimplementasikan Omnibus Law.