Sejarah Tentang Pecahnya Uni Soviet

Sejarah Tentang Pecahnya Uni Soviet

Pada 25 Desember 1991, bendera Soviet berkibar di atas Kremlin, Moskow untuk terakhir kalinya. Perwakilan dari republik Soviet yakni Ukraina, Georgia, Belarus, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan telah mengumumkan jika mereka tidak akan lagi menjadi bagian dari Uni Soviet.

Sebaliknya, mereka menyatakan akan mendirikan negaranya sendiri. Karena tiga republik Baltik yaitu Latvia, Lituania dan Estonia telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Uni Soviet, hanya satu dari 15 republiknya, Kazakhstan, yang belum mendeklarasikan kemerdekaannya. Uni Soviet yang dulu perkasa namun akhirnya runtuh, sebagian besar karena sejumlah besar sistem pemerintahan yang telah diterapkan oleh presiden Soviet saat itu Mikhail Gorbachev selama enam tahun sebagai pemimpin Uni Soviet.

Karena hal tersebut, Gorbachev kecewa dengan pembubaran negaranya dan mengundurkan diri sebagai presiden pada tanggal 25 Desember. Itu merupakan akhir cerita yang damai dari zaman yang panjang, menakutkan, dan terkadang berdarah dalam sejarah yang tertulis di dunia.

Sejarah Tentang Pecahnya Uni Soviet

Uni Soviet Runtuh

Suasana keruntuhan ini segera menyelimuti Uni Soviet sendiri. Frustrasi dengan ekonomi yang semakin lama semakin memburuk ditambah lagi dengan pengunduran diri yang ilakukan Gorbachev memantapkan gerakan kemerdekaan di republik-republik di pinggiran Uni Soviet. Satu per satu, negara-negara yang tergabung mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Moskow.

Pada tanggal 18 Agustus 1991, anggota partai Komunis yang bersangkutan di militer dan pemerintah menempatkan Gorbachev di dalam rumah tahanan. Alasan resmi yang diberikan untuk penangkapanya karena ketidakmampuannya karena alasan kesehatan untuk memimpin sebagai presiden, walapun publik tahu lebih banyak dari itu. Pemimpin sementara Soviet mengumumkan keadaan darurat.

Militer bergerak ke Moskow, tetapi tank mereka bertemu dengan barisan manusia dan warga yang bersama-sama membangun barikade untuk melindungi Pemerintah Rusia. Boris Yeltsin, yang saat itu menjadi ketua parlemen, berdiri di atas salah satu tank itu untuk mengumpulkan massa di sekitarnya.

Kembali ke Moskow, nama Gorbachev jatuh sementara politisi lain naik namanya, Boris Yeltsin, pria yang pernah berdiri di atas tank itu di hadapan parlemen, sekarang memiliki kendali penuh atas parlemen IDN Play dan pasukan KGB. Pengunduran diri Gorbachev sebagai presiden tidak dapat ditutupi, dan pada Hari Natal tahun1991, dia akhirnya menyerahkan jabatannya, dengan mengatakan, “Kita sekarang hidup di dunia yang baru. Perang Dingin dan adu kekuatan senjata telah berakhir, serta militerisasi gila negara, yang telah melumpuhkan ekonomi, sikap dan moral publik kita.” pada saat itu juga Uni Soviet yang perkasa telah runtuh dan hancur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.